Pelaku Seni Buka Warung Kopi

Pandemi corona virus 2019 atau bisa disebut covid19 menghantam semua elemen bidang kerja secara ekonomi. Tak terkecuali pelaku seni, yang harus berjibaku melawan kondisi.

Tidak ada pertunjukan atau pagelaran yang bisa dibuat di masa pandemi ini. Karena pertunjukan sama dengan keramaian. Sungguh situasi yang sulit. Bagaimana pun pelaku dan pekerja seni punya karya yang ingin ditunjukkannya.

Namun demi kebutuhan ekonomi, tidak sedikit pelaku seni yang harus banting setir. Pelaku seni, seseorang yang banyak bergerak di dunia seni, seketika harus mengubah diri demi tetap mendapatkan ekonomi.

Karakteristik pelaku seni sangat mengandalkan kreatifitas karya, namun karena pandemi mereka harus beradaptasi dengan persoalan hitung menghitung yang bukan bidangnya.

Begitu juga dengan pekerja seni, dimana disana ada penata panggung, penata suara hingga penata dekorasi. Mereka berjibaku seketika dengan mengubah segala hal untuk menyesuaikan kondisi ekonomi.

Seperti yang dialami oleh salah seorang pelaku seni, Fitra namanya. Simak videonya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara