Pameran Foto & Grafis Indonesia Bergerak 1900-1942 Goes Online and Offline

Fotografer dan desainer grafis tak perlu berkecil hati di masa pandemi ini. Sebab bidang seni tersebut masih dapat berunjuk karya kendati wabah Covid-19 melanda. Salah satu contoh nyata adalah yang dibuka pada Senin, 7 September 2020 jam 15.00 WIB.

Pameran Foto dan Grafis Indonesia Bergerak 1900-1942, demikian tajuk acara itu. Sesuai judulnya, pameran ini menggelar anek karya foto dan desain yang mendokumentasikan peristiwa bersejarah di Indonesia dalam kurun waktu 1900-1942.

Gelaran seni ini dilakukan secara online maupun offline. Untuk online, dapat disaksikan secara live streaming di Youtube Channel ANTARA TV Indonesia. Di gelaran virtual ini kia akan menyaksikan seremoni pembukaan yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Ditambah dengaan tour virtual menikmati karya seni yang dipamerkan.

Kurang puas dengan tout virtual? Bisa langsung mengunjungi pameran yang diadakan di Galeri Foto Jurnalistik Antara di daerah Pasar Baru, Jakarta. Pastinya untuk ini dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, di mana pengunjung wajib memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dulu sebelum memasuki area pameran. Gelaran akan berlangsung hingga 7 Oktober 2020.

Ajang pamer seni foto dan desain ini diadakan dalam rangka merayakan 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Dapat terwujud berkat kolaborsi Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Redaksi Foto Kantor Berita Antara dengan Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, & Universiteit Leiden/KITLV-Jakarta.

Foto: LKBN Antara

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara