Nikmati Tari Kecak dengan Protokol Kesehatan, Kenapa Tidak?

Wisata dan kesenian bisa tetap berjalan di tengah pandemi. Selama menjalankan protokol kesehatan, pastinya. Inilah yang dilakukan para penari kecak di Uluwatu, Kuta Selatan, Bali.

Para penari kecaknya tampil semangat walau mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum tampil. Semua penari itu sengaja tampil dengan koreografi khusus yang disesuaikan dengan protokol kesehatan, di mana satu sama lain tidak saling berdekatan.

I Wayan Wijana, Pengelola Objek Wisata Uluwatu, mengatakan bahwa pengelola juga membatasi jumlah penonton hanya separuh dari kapasitas ruang di panggung terbuka yang mampu menampung 1.200 orang.

Semua penonton pun difasilitas semua pendukung penerapan protokol kesehatan, seperti hand sanitizer. Bahkan pengelola menyiapkan klinik dan mobil ambulans serta menyiagakan petugas kesehatan. Intinya, pementasan kesenian tersebut sangat disiplin dan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami juga telah melakukan launching Kecak New Normal bersamaan dengan kegiatan digitalisasi pembayaran berbasis quick response code Indonesian standard (QRIS) oleh Bank Indonesia,” kata Wijana seperti yang Suara.com kutip di Antara.

Bukan hanya para seniman tari kecak, tapi semua pelaku usaha di semua sektor mesti menjalankan protokol kesehatan pada era adaptasi pada kebiasaan baru.

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, “Untuk menjamin kenyamanan dan kesehatan para wisatawan, destinasi wisata dengan berbagai sarana dan prasarananya harus mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan.”

Sumber: Suara.Com

Foto: Antara

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara