Pelaku Seni Menumpahkan Kegelisahannya Akibat Pandemi

Memang betul, tak bisa dihindari lagi. Kondisi pandemi menggerus ekonomi ribuan bahkan jutaan manusia di Indonesia dan dunia. Tidak sedikit yang mulai kerepotan harus bagaimana dalam sehari-hari.

Salah satu bidang yang begitu terpuruk adalah pekerja dan pelaku seni. Karena bidang ini menuntut keramaian, sementara pandemi ini memaksa dan meniadakan keramaian.

Dan Andi Malewa menumpahkan dengan jelas kegelisahan serta kondisi di lingkungannya karena ekonomi yang menghilang karena pandemi.

Lebih lanjut Andi menceritakan bagaimana seorang pelaku seni tuna rungu yang harus hidup tanpa listrik karena tiba-tiba listrik diputus karena tak lagi bisa membayar.

Semoga pemerintah mulai memberikan ruang serta solusi terbaik agar para pelaku seni ini bisa tetap jalan. Mari dukung pekerja dan pelaku seni dalam menghadapi kondisi ekonomi mereka dengan tetap memberikannya semangat.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara