Yuk Kenali Protokol Kesehatan bagi Seni Pertunjukan

Mustahil menunggu pandemi berakhir agar pekerja seni bisa kembali berkarya. Pastinya, sebab nafkah tak bus ditunda, bukan?

Sudah ada protokol kesehatan khusus untuk seni pertunjukan, dirilis oleh

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf).

Dengan protokol ini, diharap semua pekerja seni, penonton, dan semua yang terkait, dapat terhindar dari penularan Covid-19.

Seperti apa protokolnya?

Ini dia:

  • Pemilihan penampil, kru, dan kontrak dilakukan secara daring
  • Kru dan pemain yang terlibat ikut rapid test dengan hasil negatif
  • Tata koreografi menerapkan jaga jarak
  • Jaga jarak di belakang opanggung, pintu masuk dan keluar
  • Properti dan kostum wajib disinfektasi
  • Tidak mengajak pentonton ke panggung
  • Peralatan rias diupayakan milik pemeran sendiri. Bila tidak, peralatan untuk tiap pemeran mesti terpisah
  • Pembelian tiket dilakukan daring

Jika semua protokol ini dijalankan secara disiplin, niscaya seni pertunjukan dapat tetap digelar dan semua pihak tetap aman, sehat, dan nyaman.

Kredit infografis: CNN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara