The Show Must Go On Ala Enny Handayanih

Dunia tak berhenti berputar kendati pandemi Covid-19 melanda. Demikian juga semestinya panggung seni, salah satunya musik. Nampaknya Enny Handayanih Sastrapraja merasakan betul itu. Kesibukannya sebagai Music Media Relations masih tetap berjalan di tengah pandemi.

Semua tetap berjalan sesuai protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan sebisa mungkin bekerja dari rumah. Sejumlah event tetap dapat berjalan, baik online maupun offline. Apa rahasia alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) ini sehingga all the show must go on walau pandemi? Berikut obrolan online Sakseni dengan Enny.

Halo Enny, saat ini apa aktivitas yang berkaitan dengan dunia seni?

Ada beberapa aktivitas pada saat pandemi ramai dan ada aturan PSBB dari pemerintah dan Pemprov DKI. Seperti mengkoordinir jumpa pers virtual dan jumpa pers offline.

Sejak pandemi Covid-19, sepertinya masih terus ada aktivitas ya di dunia itu? Bisa cerita apa saja itu?

Ada sejumlah aktivitas pada saat pendemi dan PSBB. Antara lain membantu perilisan single  dr Vito dan Denada. Secara online saya mengkoordinir media massa. Untuk event offline, menjadi koordinator jumpa pers,  pelelangan lukisan dan donasi lagu untuk membantu pekerja seni dan masyakarat yang terdampak pandemi bersama Gerakan 1000 untuk Indonesia (GSUI).

Band apa saja dan seniman/artis siapa saja yang kini Enny bantu koordinir/manage?

Ada dr. Vito Damay featuring Denada yang merilis tembang Tambah Cinta. Pada 30 Juli kemarin membantu perilisan single milik penyanyi remaja Alexandra secara offline. Untuk ini kita tidak mengundang banyak media, agar bisa jaga jarak, untuk mencegah penyebaran Covid 19 dan memancing kerumunan. Di acara ini kita jalankan protokol kesehatan, dari mulai mencuci tangan, pake masker dan jaga jarak dengan waktu pertemuan yang tidak lama.

Bagaimana penerapan protokol kesehatan selama pandemi agar bisa tetap beraktivitas di dunia seni?

Kalau saya sangat menerapkan protokol kesehatan, karena selain menjaga diri sendiri kita juga menjaga orang-orang tersayang dan orang disekitar kita. Biasanya saya selalu membawa dua masker untuk mengganti ketika melakukan kegiatan di luar atau kegiatan seni. Tak hanya itu saya selalu membawa termometer gun sendiri untuk mengukur suhu sendiri ataupun orang yang bertemu dengan saya. Serta membawa hand sanitizer di manapun kapanpun.

Kita harus membiasakan diri ikut aturan New Normal atau kebiasaan baru dengan mengikuti protokol kesehatan. Dengan menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak harus tetap kita lakukan. Menurut saya itu sebuah aturan yang wajib agar kita akan terus berkarya meski terbatas karena kondisi dengan tetap menjaga kesehatan apapun aktivitas yang kita lakukan untuk memutus mata rantai pandemi ini.

 Saat ini banyak pekerja seni yang mengeluh kehilangan pendapatan akibat pandemi, menurutmu adakah solusi bagi mereka? Jika ya, seperti apakah itu?

Bicara kehilangan pendapatan, semua sektor terdampak. Namun pekerja seni tergolong sektor yang sangat terdampak karena banyak event yang berhenti total akibat pandemi. Sebenarnya ada solusi yang mungkin bisa dilakukan dengan terus berkarya melalui virtual atau streaming yang bisa bekerjasama dengan sponsor dan lainnya. Bahkan saat ini beberapa pekerja seni sudah melakukan pertunjukan secara virtual, seharusnya semua pekerja seni bisa terus berkarya meski dengan format virtual.

Bagaimana tanggapan teman2 pekerja seni yang Enny kenal mengenai protokol kesehatan di dunia seni/hiburan? Mereka bersedia menjalankannya?

Secara umum hampir semua pekerja seni yang saya kenal menjalankan protokol kesehatan. Karena mereka sadar hal itu penting agar bisa membantu memutus mata rantai virus Covid- 19. Karena disiplin bukan buat orang lain tapi buat kita sendiri, semakin kita displin semakin kita mawas diri untuk terus menjaga diri dan orang lain.

Ada pesan bagi teman-teman pekerja seni lain yang terdampak pandemi & kehilangan pendapatan?

Terus berkarya, terus kreatif meski dengan keterbatasan ruang. Karena karya dan kreativitas tak akan berhenti hanya karena pandemi. Selalu sabar dan tetap semangat karena Tuhan tau seberapa besar kita bisa memikul cobaan yang di berikan.

Apa harapan Enny terkait pandemi saat ini?Harapannya pandemi ini segera berakhir agar semua sektor kembali bangkit, semua kembali berkarya.

Foto: Dokumen Enny Handayanih Sastrapraja

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara