Pertunjukan Teater ‘Sabdo Pandito Rakjat’ Dipentaskan Secara Online Akhir Pekan Ini

Bagi penggemar pertunjukan teater, pasti sudah mengenal pementasan yang bertajuk Sabdo Pandito Rakjat. Nah, kabar gembiranya, pertunjukan ini bakal dihadirkan secara online selama dua hari berturut-turut.

Ya, lewat program Indonesia Kita #NontonTeatreDiRumahAja, Bakti Budaya Djarum Foundation hadirkan program pertunjukan teater online dua hari berturut-turut, Sabtu-Minggu, 15-16 Agustus 2020 mulai pukul 15.00 WIB dengan tajuk Sabdo Pandito Rakjat yang pertama kali dipentaskan tahun 2016 silam.

Nantinya, pertunjukan tersebut bakal dipentaskan secara langsung dari Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, di mana salah satu upanyanya adalah untuk mengenang Ki Natrosabdo, seorang maestro pendalangan wayang kulit dan karawitan. Pada masanya, sang legenda ini dikagumi Presiden Soekarno karena karya-karyanya dianggap sangat inovatif, jenius melampaui zamannya.

Banyak penikmat seni menyatakan, komposisi karawitan yang diciptakan Ki Nartosabdo membuktikan bahwa dia adalah komponis yang brilian, di mana kita bisa mendengarkan beberapa karyanya seperti “Gambang Suling”. Perahu Layar”, “Dara Muluk”, dan masih banyak lagi. Dengan dimasukkannya karya tersebut dalam lakon Sabdo Pandito Rakjat, tentunya diharapkan bisa memberikan jalan bagi generasi selanjutnya untuk mengembangkan karawitan Jawa untuk lebih diterima zaman di tengah munculnya genre musik karawitan campur sari.

Sabdo Pandito Rakjat sendiri merupakan pentas ke-22 bagi Indonesia Kaya dengan tim kreatif Butet Kararedjasa, Agus Noor, dan Djaduk Ferianto. Berdasarkan informasi resmi yang disiarkan Kayan Production, Kamis (6/8/2020), program kampanye #NontonTeaterDiRumahAja merupakan upaya Bakti Budaya Djarum Foundation dalam menghadirkan pertunjukan teater selama masa pembatasan sosial.

Disiarkan secara langsung secara streaming di situs www.indonesiakaya.com dan YouTube IndonesiaKaya, pementasan Sabdo Pandito Rakjat diperankan beberapa nama besar selain Butet Kartaredjasa, seperti Sujiwo Tejo, Cak Lontong, Didik Nini Thowok, Happy Salma, Inaya Wahid, hingga Bintang Indrianto & Friends.

Dari plotnya, Sabdo Pandito Rakjat bercerita tentang dalam yang ingin melakukan pembaharuan yang unik dan tidak mau tergoda dengan selera orang banyak. Dia digambarkan sebagai sosok orang yang menjaga akal sehati di tengah kegaduhan sosial politik.

Jadi, bagi yang sudah kangen nonton pertunjukan teater, pastikan pantengin pementasan ini ya!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara