Studio Rekaman 6 Bulan Sepi

Tidak ada yang menyangka pandemi Covid19 akan menelan waktu hingga 6 bulan berjalan. Perlahan namun pasti, banyak pelaku seni atau pun pekerja seni yang mulai keteteran menghadapinya.

Bahkan seorang pelaku seni, bernama Fitra, harus mulai merelakan alat – alat studio rekaman miliknya berpindah tangan perlahan – lahan. Mau tidak mau, dia butuh hidup akhirnya barang pun di jual.

Ditengah ketidakpastian, Fitra memutuskan untuk membuka warung kopi sebagai bagian dari bertahan hidup dikarenakan studio rekamannya 6 bulan sepi dan praktis tak ada pendapatan.

Dalam videonya yang diterima redaksi, Fitra menyuarakan bahwa kehidupannya langsung turun drastis akibat pandemi covid19 ini. Dia tidak ada pendapatan lain karena memang fokus di dunia kreatif.

Jaring Pengaman

Para pelaku seni dan pekerja seni sungguh membutuhkan jaring pengaman dari Pemerintah, karena hanya melalui Pemerintah saat ini ribuan pemilik karya seni ini bisa terselamatkan.

Bagaimana pun, pelaku seni dan pekerja seni memiliki kebanggaan diri yang memang patut di apresiasi. Mereka lebih baik diberi ruang berkarya dibanding harus menerima bantuan sosial atau bansos.

Stimulus Ekonomi Pemerintah

Program stimulus ekonomi oleh Pemerintah seharusnya bisa menggapai para pelaku seni dan pekerja seni hingga titik terjauh. Dengan membuat jaring pengaman berupa program pemerintah.

Para pelaku dan pekerja seni bisa dilibatkan secara jelas untuk mengerjakan program lembaga kementerian selama masa pandemi ini. Dengan begitu ada stimulus ekonomi dari Pemerintah.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara