Meraba Kegelisahan Iwa K di Masa Pandemi

Ada-ada saja cara pegiat seni dalam meluapkan kegelisahannya di masa pandemi. Iwa Kusumasumantri alias Iwa K, salah satunya. Baru-baru ini, ia merekam situasi pandemi lewat dua foto yang digabungkan, dan diunggah di akun Instagram miliknya.

Di akun @iwaktherockfish, rapper yang kini menjelang usia 50 tahun tersebut membuat meme dengan foto patung seorang filsuf dan foto dirinya sendiri.

Foto patung ditempatkan di posisi yang mewakili masa awal-awal pandemi. Sedangkan foto dirinya sendiri di posisi sebelahnya, mewakili situasi bulan keempat pandemi.

Itu juga dijelaskan oleh penyanyi yang aktif sejak 1990 ini, bahwa di bulan pertama masih menopang dagu. Seolah mengisyaratkan, bahwa di bulan pertama tidak terlalu terbeban dengan pandemi.

Sedangkan bulan keempat, mulai menopang jidat. Mengisyaratkan bahwa lamanya masa pandemi dan pembatasan sosial berskala besar, membawa dampak serius yang bikin kepala seorang seniman harus berpikir lebih dari sekadar berkarya.

Ya, hanya lewat dua foto tersebut, Iwa menegaskan bahwa pandemi yang kini melanda tak hanya memusingkan kalangan akar rumput. Kalangan seniman, punya nama besar, dan pengalaman tinggi, tetap ketiban dampak dari pandemi Covid-19.

Untuk menegaskan itu juga, di bawah caption ditulisnya, Iwa K juga memasang tagar #baladakangngamen dan #musafircenatcenut. Yap! Kondisi sekarang memang bikin siapa saja cenat-cenut, tak peduli penyanyi rap ataupun penyanyi dangdut!

Iwa K

Namun untuk sosok penyanyi sekelas Iwa K, persoalan paling serius baginya bisa dipastikan bukan sekadar limpahan materi. Baginya, kesempatan untuk leluasa bergaul jauh lebih penting.

Itu juga sempat ditegaskannya saat menjadi tamu dalam program Dinner with Sophia Latjuba di Mola TV.

“Ada hal yang lebih besar dari industri, kehidupan itu sendiri. Gua sudah punya kebiasaan dari zaman masuk ke industri ini nongkrong di sana sini,” katanya, tegas.

“Ketika memang akhirnya gua masuk kehidupan industri pun gua enggak mau kehilangan itu. Itu lebih mahal dari sekadar karier gua di musik,” ujarnya.
 
Begitu juga saat Iwa K bertemu dengan penggemar di ruang publik. Menurut Iwa K ketika ada pakem publik figur menjaga jarak atau image di depan penggemar. Iwa lebih memilih lepas dari pakem itu.
 
“Ketika orang mau ngobrol, yaudah, itu akan jadi kekayaan gua.” Tabik deh buat penyanyi ini.*

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Berhenti

Baca yang lain

Kenapa Seni Harus Bertahan di Tengah Pandemi?

Banyak yang nyinyir ketika ada program Bantuan Sosial (Bansos) bagi pekerja seni. “Yang terkena dampak pandem kan bukan cuma seniman, tapi banyak rakyat menengah ke

Masker sebagai Karya Seni, Kenapa Tidak?

Hei, korban positif Covid-19 sudah nyaris  menuju ke angka 30 juta di sentero dunia. Indonesia saja sudah lebih dari 200.000. Itu baru yang terdata, bagaimana

Pertama Kali Tampil Digital, Musim Seni Salihara

Kondisi pandemi cukup sudah membuat seniman mandeg, kini saatnya kembali berkarya. Komunitas Salihara paham betul ini, sehingga akan segera adakan gelaran Musim Seni Salihara secara